Rabu, 07 Oktober 2015

TUGAS TI KE 11

SOFTWARE UNTUK PEMBELAJARAN DENGAN
MENGGUNAKAN POWERPOINT DAN ISPRING
Dala membua konte pembelajaran    berbasis   teknologi    informasi   konte berbasis   Flash merupakan  salah  sataplikasi  favorit  yang  dipakai  untuk  pembuatannya.  Dengan  menggunakan Flash kita dapat membuat konten pembelajaran yang menarik baik secara visual maupun sisi interaktifitasnya.    Akan  tetapi  kekurangan  dari  Flash  adalah  proses  pembuatan  yanrelatif  sulit. Untuk membuat konten Flash, kita harus mampu menggunakan  software Adobe Flash (dulu dikenal sebagaMacromedia  Flash) Selain teknik disain, dalam pembuatan  Flash pengembang  juga harus menguasai skrip pemogramannya  yaitu ActionScriptterutama apabila ingin membuat aplikasi yang kompleks.  Hal ini tentu saja menjadi  salah satu kendala  dimanjumlah pengembang  konten  yang mampu membuat konten Flash relatif sedikit dan ujung-ujungnykonten yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak.
1.     Proses Instalasi
Ada banyak software pengkonversi  dari PowerPoint ke Flash yang dapat kita temui di internet, baik yang  gratimaupun  berbayar.  Selain  itu fitur  yang ditawarkan  oleh  masing-masing  software  juga berbeda-beda. Salah satu software yang dapat digunakan untuk konversi PowerPoint ke Flash adalah iSpring.    iSpring    menawarkan    beberapa    pake software    yan berbayar    da gratis.    Untuk mendownload iSpring versi gratis ini dapat dengan mengakses ke alamat http://www.ispringsolutions.com/free_powerpoint_to_flash_converter.html?v=6.1    atau    dapat juga  melalui  alamat  http://tinyurl.com/ispringapp Jikdiminta  mengisi  formulir  isikan  terlebih dahulu data-data secara lengkap. Installer iSpring ini berukuran sekitar 24,7 MB.


Setelah iSpring didownload, lakukan instalasi di komputer. Perlu diingat, selama proses instalasi kita tidak boleh membuka aplikasi PowerPoint sampai instalasi selesai

Jika  proses  instalasi  sudah  berhasil  maka  di  dalam  PowerPoint   akan  ditambahka menu  baru bernama iSpring yang berisi beberapa fitur yang dapat digunakan mengkonversi  dari PowerPoint ke Flash.


Sebagai  kelengkapan  pembuatan  konten,  kita jugperlu  menginstal  aplikasi  perekam  suara  yang dapat digunakan untuk narasi atau menjelaskamateri yang ditayangkan.  Ini bersifat opsional, kita dapa jug membua konte yang   tida ada   suara   ata narasi.   Namu disarankanuntuk menggunakan narasi sehingga apa yang ingin kita sampaikan melalui konten akan lebih jelas. Untuk merekam  suara  ini  kita  dapat  menggunakan   software  audio  recorder  yang  diantaranya   adalah MyMP3 yang dapat didownloadari http://www.mp3mymp3.com/ atau Free Audio Recorder  yang dapat didownload dari http://www.accmeware.com/free_audio_recorder.html.

2.  Langkah Pembuatan Paparan PowerPoint

a.    Langkah  pembuatan  konten  diawali  dengan  membuat  slide-slide  di  PowerPoint   seperti biasaGunakan  teks dan gambar seperlunya.  Jika diperlukan,  gunakan pula animasi  untuk menganimasikan objek yang ada. Jika slide yang ditayangkan tidak memerlukan interaktifitas pengguna sebaikny gunakan  animasi   yang  bukan  bertipe     On-Click.   Pilih  yang  With Previous atau After Previous.



b. Buatlah slide secukupnya sampai kira-kira materi tersampaikan dengan PowerPoint ini.
cSiapkan  narasi  atau  suara  untuk  pelengkap  yang  nantinya  digunakan  untuk  melengkapi tayangan     dengan  setiap  satu  sliddisiapkan  satu  file  audio  (disarankan  berformat  MP3). Narasi dapat direkam menggunakan software perekam seperti disebutkan di atas.
d.    Setelah  file audionya sudah dibuat, masukkan file ini ke dalam slide PowerPoint dengan cara
       memilih menu Insert-Sound kemudian pilih Sound From File.

ePilih file audio yang sudah direkam sebelumnya. Ingat sesuaikan file audio dengan tayangan slide yang bersesuaian. Misalnya untuk slide pertama kita masukkan file audio bernama slide1.mp3 dan seterusnya.
f.    Pilih pada Automatically untuk memainkan file secara otomatis pada saat slide ditayangkan.
gPada tampilan slide akan nampak ikon audio berupa gambar speaker kecil. Geserlah gambar  ini ke luar area slide sehingga tidak mengganggu tampilan.
h.  Tempatkan  posisi audio ini pada animasi paling atas (jika ada lebih dari satu animasi). Klik pada tanda  panah kebawah  dan pilih Start With  Previous.  Setelah  itu klik EffecOptions untuk memunculkan opsi Play Sound.
i.    Pilih pada bagian Stop Playing dengan mencentang After Current Slide
j. Untuk melihat preview-nya, klik tombol Play yang berada pada   bagian kanan   bawah.

k. Lakukan  berulang-ulang  sampai  semua file audio  selesai      disisipkan  pada setiap  slidyang ada.
l. Jikkitmenggunakan  animasi  objek  yang ada di slide  PowerPoint,  kitdapat  mengatur kapan objek tersebut tayang dan menyesuaikannya  sehingga narasi dan animasi akan serasi, kita dapat menyesuaikannypada timeline. Pilih menu Show Advance Timeline (lihat Poin 8) untuk menyettingnya.
m. Jika semua slide sudah disisipkan narasi, lakukan preview untuk mengecek hasil akhir dengan menampilkan Slide Show secara keseluruhan

3.  Proses Konversi Ke Flash
     Setelah  paparan  selesai  dan sesuai  dengan  yang kita  inginkan  maka      saatnya  untuk  mengkonversi menjadi  animasi  Flash.  Pada  PowerPoint  pilih  menu  iSpring  Free  dakliPublish.  Akan  muncul tampilan seperti berikut.

Opsi yang penting yang perlu diperhatikan dari proses publikasi ini adalah:
1.    Destination, untuk memilih lokasi penyimpanan file.
2.    Slide Range, untuk menentukan slide mana yang akan dikonversi   ke Flash.
3.    Generate HTML, untuk membangkitkan HTML.
4.    Loop Presentation, untuk mengulang tayangan ke awal jika sudah sampai slide terakhir.
5.   Change all slide automatically,  untuk membuat slide otomatis berpindah dari slide satu ke slide berikutnya tanpa harus diklik pengguna.
6.    Minimal  Slide  duration,  menyetting  lama  tayang  suatu  slide  sebelum  berpindah  ke slide berikutnya.
7.    Auto-play onclick animation, untuk menayangkan objek animasi yang disetting on-click pada PowerPoint.
8.   Advance animation  on mouse click, untuk mengaktifkan  interaksi  pengguna  sehingga ojek yang disetting bekerja jika ada klik dari
pengguna akan aktif, misalnya hyperlink.
9.    Background, untuk  menentukan warna latar.

Untuk  latihan,  biarkan  semua  setting  seperti  awalnya  dan  tak  perlu  diubah.  Klik  tombol  Publish
untuk memulai konversi. Tunggu beberapa saat sampai konversi selesai

Jika proses konversi sudah selesai maka akan terbentuk file Flash berformaSWF pada folder yang telah kita tentukan di atas. File ini dapat dijalankan dengan Flash Player atau aplikasi lain yang mendukung  Flash.  Jika  dijalankan,  file  hasil  konversi  inakan  nampak  seperti  gambar  berikut. Perhatikan pada bagian bawah akan tampak beberapa tombol yang dapat digunakan untuk navigasi serta pengaturan volume suara.
4. Publikasi Ke Internet

Konten  berbasis  Flash  yang  sudah  dibuat  dapat dipublikasikan  di internet  sehingga  dapat diakses secara luas. Salah satu situs web yang dapat digunakan untuk mempublikasi konten yang berformat Flash adalah  swfcabin.com.  Uploafile SWF  yang sudah  dibuat  ke situs tersebut.  Catat  link yang memuat SWF kita ini kemudian publikasikan link tersebut melalui blog, social media atau media yang lain Apabila  link  ini  dirasa  cukup  panjang  dan  sulit dibaca,  sebaiknya  lintersebut  dipersingkat menggunakan  penyingkat  URL, misalnya  dengan  tinyurl.com.  Contofile SWF yang sudah penulis buat dan diupload di internet dapat diakses di alamat  tinyurl.com/7prinsippresentasi.

Sumber: http://p4tkmatematika.org/file/ARTIKEL/Artikel%20Teknologi/ membuat konten  pembelajaran_tamim_marfuah.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar