SAATNYA BERKREASI DENGAN TEKNOLOGI
Perkembangan
ilmu dan teknologi, membawa perubahan pula pada learning materials atau bahan
belajar. Sebelum berkembangnya teknologi komputer, bahan belajar yang pokok
digunakan dalam dunia pendidikan adalah semua yang bersifat printed materials seperti halnya buku,
modul, makalah, koran, tabloid, jurnal, hand out, leafleat, buklet, dan
sebagainya yang semuanya menggunakan bahan tercetak.
Adanya
perubahan dalam bidang teknologi khususnya teknologi informasi, membawa
paradigma baru dalam learning materials
dan learning method. Produk TI dewasa
ini telah memberikan alternatif berupa
bahan belajar yang dapat digunakan dan diakses oleh peserta didik yang tidak
dalam bentuk kertas, tetapi berbentuk CD. DVD, Flashdisk, dan lain-lain. Inti
dari bahan tersebut berupa program atau software yang dapat dimanfaatkan sekedar untuk
mengambil data, membaca, mengunduh bahkan sampai berinteraksi antara program siswa dan guru
dengan memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama.
Memadukan
teknologi dalam pembelajaran merupakan suatu hal yang tak terelakan lagi,
diantaranya dalam pembuatan media pembelajaran. Guru bisa berkreasi dengan memanfaatkan
teknologi informasi diantaranya dengan membuat Multimedia Interaktif ( MMI), M- learning, Digital book, E-learning,
dan sebagainya.
Multimedia interaktif merupakan program pembelajaran berbasis
komputer yang memiliki nilai lebih dibanding bahan pembelajaran cetak biasa. Pembelajaran
interaktif mampu mangaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi
karena ketertarikannya pada sistem
multimedia yang mampu menyuguhkan tampilan teks, gambar, video, suara, dan
animasi.
Presentasi
multimedia dapat menggunakan beberapa
macam teks, chart, audio, video, animasi, simulasi, atau foto, bila macam
komponen tersebut digabungkan dengan baik, maka menghasilkan suatu
pembelajatran yang efektif. Siswa dapat memilih materi pelajaran yang
diinginkan, dan komputer dapat memantau kemajuan proses belajar siswa. presentasi
khusus dibuat untuk melengkapi materi tersebut. Karena memerlukan
bermacam-macam interaktif, pembuatan aplikasi pelatihan memerlukan perangkat
lunak yang berbeda dibandingkan dengan presentasi bisnis.
Multimedia
dapat membawa perubahan radikal dalam proses pembelajaran siswa aktif. Guru berfungsi
sebgai fasilitator yang memimpin siswa mengikuti proses pembelajaran bukan
sebagai peyedia informasi dan pembelajaran yang utama. Multimedia untuk
pembelajaran memiliki banyak bentuk dan digunakan mulai anak umur 3 tahun
sampai perguruan tinggi.
Beberapa
contoh penggunaan multimedia dalam pembelajaran diantaranya adalah presentasi,
visualisasi, ujian, dan game(permainan) . Untuk membuat aplikasi multimedia diperlukan
kemampuan berkreasi, di samping pengetahuan desain grafis dan pemprograman.
E-learning
Salah
satu produk integrasi teknologi informasi ke dalam dunia pendidikan adalah
e-learning atau pembelajaran elektronik. Saat ini e-learning mulai
mengambil perhatian banyak pihak, baik
dari kalangan akademik, profesional, perusahaan maupun industri. Di institusi
pendidikan misalnya e-learning telah membuka cakrawala baru dalam proses
belajar mengajar.
E-learning
pada hakikatnya adalah bentuk pembelajaran konvensional yang dituangkan dalam
format digital dan disajikan melalui Teknologi Informasi. Keunggulan-keunggulan e-learning yang paling
menonjol adalah efisiensinya dalam penggunaan waktu dan ruang. Dengan
e-learning pengajar dan siswa tidak lagi selalu harus bertatap muka dalam ruang
kelas pada waktu bersamaan.
Dengan
sifatnya yang tidak bergantung pada ruang dan waktu, e-learning memiliki
keunggulan lain yakni memungkinkan
akses ke pakar yang tak terhalang waktu dan tak memerlukan biaya yang
mahal. Seorang pelajar di daerah dapat belajar langsung dari pakar di pusat
melalui fasilitas obrolan atau mengakomodir suara dan bahkan gambar realtime. Dengan e-learning sekolah-sekolah dengan
mudah dapat melakukan kerjasama yang saling menguntungkan melalui program
kemitraan. Dengan demikian, sekolah yang lebih maju dapat membantu sekolah yang
belum maju sehingga dapat diupayakan adanya pemerataan mutu pendidikan. Satu
lagi keunggulan e-learning tentunya adalah ketersediaan informasi yang melimpah
dari sumber-sumber di seluruh dunia. Dengan menggunakan internet sebagai media
pembelajaran akan didapatkan sumber informasi untuk pengayaan materi yang
jumlahnya tak terbatas.
Model
pembelajaran e-learning dengan segala keunggulan di atas akan sangat membantu
dunia pendidikan di Indonesia. E-learning dapat menjadi alternatif cara
peningkatan mutu pendidikan Indonesia dan melakukan upaya pemerataan di seluruh
wilayah Indonesia. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa penyebaran mutu
pendidikan di Indonesia belum merata. Ada kesenjangan yang cukup jauh antara
satu wilayah dengan wilayah lain. Pendidikan di pulau Jawa dan Sumatra (
Indonesia bagian barat) cenderung lebih maju dibandingkan dengan Indonesia
bagian timur. Kesenjangan seperti ini haruslah mendapatkan perhatian yang
serius dari pemerintah. E-learning dapat menjadi solusi kreatif bagi
pemerintah.
Mobile Learning ( M-learning)
M-learning
adalah pembelajaran yang unik karena pembelajar dapat mengakses materi pelajaran,
arahan, dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajran, kapan-pun dan
dimana-pun. Hal ini akan meningkatkan perhatian pada materi pelajaran membuat
pembelajaran menjadi pervasif, dan dapat mendorong motivasi pembelajar kepada
penbelajaran sepanjang hayat ( lifelong learning). Selain itu dibandingkan
pembelajaran konvensional, m-learning memungkinkan adanya lebih banyak
kesempatan untuk kolaborasi secara ad hoc berinteraksi secara informal diantara
pembelajar.
Kelebihan
m-learning
Beberapa
kelebihan m-learning dibandingkan dengan pembelajaran lain adalah :
Ø Dapat
digunakan dimana-pun pada waktu kapan-pun
Ø Kebanyakan
device bergerak memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding harga PC
dekstop
Ø Ukuran
perangkat yang kecil dan ringan daripada PC dekstop
Ø Diperkirakan
dapat mengikutsertakan lebih banyak pembelajar karena m-learning memanfaatkan
teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari
Dalam
pembelajaran e-learning, independensi waktu dan tempat menjai faktor penting
yang sering ditekankan. Namun dalam e-learning tradisional kebutuhan minimum
tetap sebuah PC yang memiliki konsekuensi bahwa independensi waktu dan tempat
tidak sepenuhnya terpenuhi. Independensi ini masih belum dapat dipenuhi dengan
penggunaan notebook ( komputer portable) karena independensi waktu dan tempat
yang sesungguhnya berarti seseorang dapat belajar kapan-pun dia membutuhkan
akses pada materi pembelajaran.
Kekurangan
m-learning
Meski
memilki beberapa kelebihan, m-learning tidak akan sepenuhnya menggantikan
e-learning tradisional. Hal ini dikarenakan m-learning memiliki
keterbatasan-keterbatasan terutama dari sisi perangkat/media belajarnya.
Keterbatasan
perangkat bergerak antara lain sebagai berikut:
1. Kemampuan
procesor
2. Kapasitas
memori
3. Layar
dan tampilan
4. Catu
daya
5. Perangkat
I/O
Kekurangan
m-learning sendiri sebenarnya lambat laun akan dapat teratasi dengan
perkembangan teknologi yang semakin maju. Kecepatan procesor pada device
semakin lama semakin baik, sedangkan kapasitas memori, terutam memori
eksternal, saat ini semakin besar dan murah. Layar tampilan yang relatif kecil
akan dapat teratasi dengan adanya kemampuan device untuk menampilkan tampilan
keluaran ke TV maupun ke proyektor.
Digital Book
Digital
book atau bukuk elektronik yang disingkat e-book adalah versi elektronik dari
buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan
teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga
dapat berwujud teks atau gambar. Dewasa ini buku elektonik diminati karena
karena ukurannya yang kecil dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya
mempunyai fitul pencarian sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan
cepat dicari untuk ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang
populer antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg, doc litdan html. Masing-masing
format memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan juga bergantung dari
alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut.
Salah
satu usaha untuk melestarikan literatur berbentuk buku yang banyak jumlahnya
dan memerlukan biaya perawatan yang mahal adalah dengan melakukan transfer dari
bentuk buku ke bentuk buku elektronik. Dalam hal ini akan banyak ruang dan
upaya yang dihemat untuk merawat literatur-literatur tersebut. Buku elektonik
dapat dibuka dengan berbagai macam software diantaranya Adobe acrobat,
microsoft word, dan masih banyak lagi tergantung format yang dimiliki.
Terdapat
berbagai format buku elektronik yang dapat digunakan. Popularitas pada umunya
bergantung pada ketersediaan berbagi buku elektronik dalam format tersebut dan
mudahnya piranti lunak yang digunakan untuk membaca jenis format tersebut
diperoleh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar