Rabu, 23 September 2015

SAATNYA BERKREASI DENGAN TEKNOLOGI

Perkembangan ilmu dan teknologi, membawa perubahan pula pada learning materials atau bahan belajar. Sebelum berkembangnya teknologi komputer, bahan belajar yang pokok digunakan dalam dunia pendidikan adalah semua yang bersifat printed materials seperti halnya buku, modul, makalah, koran, tabloid, jurnal, hand out, leafleat, buklet, dan sebagainya yang semuanya menggunakan bahan tercetak.
Adanya perubahan dalam bidang teknologi khususnya teknologi informasi, membawa paradigma baru dalam learning materials dan learning method. Produk TI dewasa ini telah memberikan  alternatif berupa bahan belajar yang dapat digunakan dan diakses oleh peserta didik yang tidak dalam bentuk kertas, tetapi berbentuk CD. DVD, Flashdisk, dan lain-lain. Inti dari bahan tersebut berupa program atau software  yang dapat dimanfaatkan sekedar untuk mengambil data, membaca, mengunduh bahkan sampai  berinteraksi antara program siswa dan guru dengan memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama.
Memadukan teknologi dalam pembelajaran merupakan suatu hal yang tak terelakan lagi, diantaranya dalam pembuatan media pembelajaran. Guru bisa berkreasi dengan memanfaatkan teknologi informasi diantaranya dengan membuat Multimedia Interaktif ( MMI), M- learning, Digital book, E-learning, dan sebagainya.
Multimedia interaktif  merupakan program pembelajaran berbasis komputer yang memiliki nilai lebih dibanding bahan pembelajaran cetak biasa. Pembelajaran interaktif mampu mangaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi karena ketertarikannya  pada sistem multimedia yang mampu menyuguhkan tampilan teks, gambar, video, suara, dan animasi.
Presentasi  multimedia dapat menggunakan beberapa macam teks, chart, audio, video, animasi, simulasi, atau foto, bila macam komponen tersebut digabungkan dengan baik, maka menghasilkan suatu pembelajatran yang efektif. Siswa dapat memilih materi pelajaran yang diinginkan, dan komputer dapat memantau kemajuan proses belajar siswa. presentasi khusus dibuat untuk melengkapi materi tersebut. Karena memerlukan bermacam-macam interaktif, pembuatan aplikasi pelatihan memerlukan perangkat lunak yang berbeda dibandingkan dengan presentasi bisnis.
Multimedia dapat membawa perubahan radikal dalam proses pembelajaran siswa aktif. Guru berfungsi sebgai fasilitator yang memimpin siswa mengikuti proses pembelajaran bukan sebagai peyedia informasi dan pembelajaran yang utama. Multimedia untuk pembelajaran memiliki banyak bentuk dan digunakan mulai anak umur 3 tahun sampai perguruan tinggi.
Beberapa contoh penggunaan multimedia dalam pembelajaran diantaranya adalah presentasi, visualisasi, ujian, dan game(permainan) . Untuk membuat aplikasi multimedia diperlukan kemampuan berkreasi, di samping pengetahuan desain grafis dan pemprograman.

E-learning

Salah satu produk integrasi teknologi informasi ke dalam dunia pendidikan adalah e-learning atau pembelajaran elektronik. Saat ini e-learning   mulai mengambil  perhatian banyak pihak, baik dari kalangan akademik, profesional, perusahaan maupun industri. Di institusi pendidikan misalnya e-learning telah membuka cakrawala baru dalam proses belajar mengajar.
E-learning pada hakikatnya adalah bentuk pembelajaran konvensional yang dituangkan dalam format digital dan disajikan melalui Teknologi Informasi.  Keunggulan-keunggulan e-learning yang paling menonjol adalah efisiensinya dalam penggunaan waktu dan ruang. Dengan e-learning pengajar dan siswa tidak lagi selalu harus bertatap muka dalam ruang kelas pada waktu bersamaan.
Dengan sifatnya yang tidak bergantung pada ruang dan waktu, e-learning memiliki keunggulan lain yakni memungkinkan   akses ke pakar yang tak terhalang waktu dan tak memerlukan biaya yang mahal. Seorang pelajar di daerah dapat belajar langsung dari pakar di pusat melalui fasilitas obrolan atau mengakomodir suara dan bahkan gambar realtime.  Dengan e-learning sekolah-sekolah dengan mudah dapat melakukan kerjasama yang saling menguntungkan melalui program kemitraan. Dengan demikian, sekolah yang lebih maju dapat membantu sekolah yang belum maju sehingga dapat diupayakan adanya pemerataan mutu pendidikan. Satu lagi keunggulan e-learning tentunya adalah ketersediaan informasi yang melimpah dari sumber-sumber di seluruh dunia. Dengan menggunakan internet sebagai media pembelajaran akan didapatkan sumber informasi untuk pengayaan materi yang jumlahnya tak terbatas.
Model pembelajaran e-learning dengan segala keunggulan di atas akan sangat membantu dunia pendidikan di Indonesia. E-learning dapat menjadi alternatif cara peningkatan mutu pendidikan Indonesia dan melakukan upaya pemerataan di seluruh wilayah Indonesia. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa penyebaran mutu pendidikan di Indonesia belum merata. Ada kesenjangan yang cukup jauh antara satu wilayah dengan wilayah lain. Pendidikan di pulau Jawa dan Sumatra ( Indonesia bagian barat) cenderung lebih maju dibandingkan dengan Indonesia bagian timur. Kesenjangan seperti ini haruslah mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. E-learning dapat menjadi solusi kreatif bagi pemerintah.

Mobile Learning ( M-learning) 
M-learning adalah pembelajaran yang unik karena pembelajar dapat mengakses materi pelajaran, arahan, dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajran, kapan-pun dan dimana-pun. Hal ini akan meningkatkan perhatian pada materi pelajaran membuat pembelajaran menjadi pervasif, dan dapat mendorong motivasi pembelajar kepada penbelajaran sepanjang hayat ( lifelong learning). Selain itu dibandingkan pembelajaran konvensional, m-learning memungkinkan adanya lebih banyak kesempatan untuk kolaborasi secara ad hoc berinteraksi secara informal diantara pembelajar.
Kelebihan m-learning
Beberapa kelebihan m-learning dibandingkan dengan pembelajaran lain adalah :
Ø  Dapat digunakan dimana-pun pada waktu kapan-pun
Ø  Kebanyakan device bergerak memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding harga PC dekstop
Ø  Ukuran perangkat yang kecil dan ringan daripada PC dekstop
Ø  Diperkirakan dapat mengikutsertakan lebih banyak pembelajar karena m-learning memanfaatkan teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari
Dalam pembelajaran e-learning, independensi waktu dan tempat menjai faktor penting yang sering ditekankan. Namun dalam e-learning tradisional kebutuhan minimum tetap sebuah PC yang memiliki konsekuensi bahwa independensi waktu dan tempat tidak sepenuhnya terpenuhi. Independensi ini masih belum dapat dipenuhi dengan penggunaan notebook ( komputer portable) karena independensi waktu dan tempat yang sesungguhnya berarti seseorang dapat belajar kapan-pun dia membutuhkan akses pada materi pembelajaran.
Kekurangan m-learning
Meski memilki beberapa kelebihan, m-learning tidak akan sepenuhnya menggantikan e-learning tradisional. Hal ini dikarenakan m-learning memiliki keterbatasan-keterbatasan terutama dari sisi perangkat/media belajarnya.
Keterbatasan perangkat bergerak antara lain sebagai berikut:
1.    Kemampuan procesor
2.    Kapasitas memori
3.    Layar dan tampilan
4.    Catu daya
5.    Perangkat I/O
Kekurangan m-learning sendiri sebenarnya lambat laun akan dapat teratasi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. Kecepatan procesor pada device semakin lama semakin baik, sedangkan kapasitas memori, terutam memori eksternal, saat ini semakin besar dan murah. Layar tampilan yang relatif kecil akan dapat teratasi dengan adanya kemampuan device untuk menampilkan tampilan keluaran ke TV maupun ke proyektor.

Digital Book
Digital book atau bukuk elektronik yang disingkat e-book adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Dewasa ini buku elektonik diminati karena karena ukurannya yang kecil dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya mempunyai fitul pencarian sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari untuk ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg, doc litdan html. Masing-masing format memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan juga bergantung dari alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut.
Salah satu usaha untuk melestarikan literatur berbentuk buku yang banyak jumlahnya dan memerlukan biaya perawatan yang mahal adalah dengan melakukan transfer dari bentuk buku ke bentuk buku elektronik. Dalam hal ini akan banyak ruang dan upaya yang dihemat untuk merawat literatur-literatur tersebut. Buku elektonik dapat dibuka dengan berbagai macam software diantaranya Adobe acrobat, microsoft word, dan masih banyak lagi tergantung format yang dimiliki.
Terdapat berbagai format buku elektronik yang dapat digunakan. Popularitas pada umunya bergantung pada ketersediaan berbagi buku elektronik dalam format tersebut dan mudahnya piranti lunak yang digunakan untuk membaca jenis format tersebut diperoleh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar