SOFTWARE UNTUK PEMBELAJARAN DENGAN
MENGGUNAKAN POWERPOINT DAN ISPRING
Dalam membuat konten pembelajaran berbasis teknologi
informasi konten berbasis Flash merupakan
salah
satu aplikasi
favorit
yang dipakai untuk pembuatannya. Dengan
menggunakan Flash kita dapat membuat konten pembelajaran yang menarik baik secara visual maupun sisi interaktifitasnya. Akan tetapi
kekurangan
dari Flash
adalah
proses pembuatan
yang relatif
sulit. Untuk membuat konten Flash, kita harus mampu menggunakan
software Adobe Flash (dulu dikenal sebagai Macromedia
Flash). Selain teknik disain, dalam pembuatan
Flash pengembang
juga harus menguasai skrip pemogramannya yaitu ActionScript, terutama apabila ingin membuat aplikasi yang kompleks.
Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala dimana jumlah pengembang konten
yang mampu membuat konten Flash relatif sedikit dan ujung-ujungnya konten yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak.
1. Proses Instalasi
Ada banyak software pengkonversi dari PowerPoint ke Flash yang dapat kita temui di internet, baik yang
gratis maupun berbayar. Selain
itu fitur yang ditawarkan
oleh
masing-masing
software
juga berbeda-beda. Salah satu software yang dapat digunakan untuk konversi PowerPoint ke
Flash adalah iSpring. iSpring menawarkan beberapa paket software yang berbayar dan gratis. Untuk mendownload iSpring versi gratis ini dapat dengan mengakses ke
alamat http://www.ispringsolutions.com/free_powerpoint_to_flash_converter.html?v=6.1 atau dapat juga melalui alamat http://tinyurl.com/ispringapp. Jika diminta
mengisi formulir
isikan
terlebih dahulu data-data secara lengkap. Installer iSpring ini berukuran sekitar 24,7 MB.
Setelah iSpring didownload, lakukan instalasi di komputer. Perlu diingat, selama proses instalasi kita tidak boleh membuka aplikasi PowerPoint sampai instalasi selesai
Jika proses
instalasi sudah
berhasil maka di
dalam PowerPoint akan
ditambahkan menu
baru bernama iSpring yang berisi beberapa fitur yang dapat digunakan mengkonversi dari PowerPoint ke Flash.
Sebagai kelengkapan pembuatan konten, kita juga perlu menginstal aplikasi perekam
suara
yang dapat digunakan untuk narasi atau menjelaskan materi yang ditayangkan. Ini bersifat opsional, kita dapat juga membuat konten yang tidak ada suara atau narasi.
Namun disarankanuntuk menggunakan narasi sehingga apa yang ingin kita sampaikan melalui konten akan lebih jelas. Untuk merekam suara ini
kita
dapat menggunakan
software
audio
recorder
yang diantaranya adalah MyMP3 yang dapat didownload dari http://www.mp3mymp3.com/ atau Free Audio Recorder
yang dapat didownload dari http://www.accmeware.com/free_audio_recorder.html.
2. Langkah Pembuatan Paparan PowerPoint
a. Langkah pembuatan
konten diawali
dengan membuat slide-slide di
PowerPoint seperti biasa. Gunakan
teks dan gambar seperlunya.
Jika diperlukan,
gunakan pula animasi untuk menganimasikan objek yang ada. Jika slide yang ditayangkan tidak memerlukan interaktifitas pengguna, sebaiknya gunakan
animasi yang bukan bertipe On-Click. Pilih yang With Previous atau After Previous.
b. Buatlah slide secukupnya sampai kira-kira materi tersampaikan dengan PowerPoint ini.
c.
Siapkan
narasi atau
suara
untuk
pelengkap yang
nantinya
digunakan
untuk
melengkapi tayangan
dengan setiap
satu
slide disiapkan
satu
file audio (disarankan
berformat
MP3). Narasi dapat direkam menggunakan software perekam seperti disebutkan di atas.
d. Setelah file audionya sudah dibuat, masukkan file ini ke dalam slide PowerPoint dengan cara
memilih menu Insert-Sound kemudian pilih Sound From File.
e.
Pilih file audio yang sudah direkam sebelumnya. Ingat sesuaikan file audio dengan tayangan slide yang
bersesuaian. Misalnya untuk slide pertama kita masukkan file audio bernama slide1.mp3 dan seterusnya.
f. Pilih pada Automatically untuk memainkan file secara otomatis pada saat slide ditayangkan.
g. Pada tampilan slide akan nampak ikon audio berupa gambar speaker kecil. Geserlah gambar ini ke luar area slide sehingga tidak mengganggu tampilan.
h. Tempatkan posisi audio ini pada animasi paling atas (jika ada lebih dari satu animasi). Klik pada tanda
panah kebawah dan pilih Start With
Previous. Setelah itu klik Effect Options untuk memunculkan opsi Play Sound.
i. Pilih pada bagian Stop Playing dengan mencentang After Current Slide
j. Untuk melihat preview-nya, klik tombol Play yang berada pada bagian kanan bawah.
k. Lakukan berulang-ulang sampai
semua file audio
selesai disisipkan pada setiap
slide yang ada.
l. Jika kita menggunakan
animasi
objek
yang ada di slide PowerPoint, kita dapat
mengatur kapan objek tersebut tayang dan menyesuaikannya sehingga narasi dan animasi akan serasi, kita dapat menyesuaikannya pada timeline. Pilih menu Show Advance Timeline (lihat Poin 8) untuk menyettingnya.
m. Jika semua slide
sudah disisipkan narasi, lakukan preview untuk mengecek hasil akhir dengan menampilkan Slide Show secara keseluruhan
3. Proses
Konversi Ke Flash
Setelah paparan
selesai dan sesuai
dengan yang kita inginkan maka saatnya
untuk
mengkonversi menjadi animasi Flash.
Pada PowerPoint pilih menu
iSpring Free dan klik Publish.
Akan
muncul tampilan seperti berikut.
Opsi yang penting yang perlu diperhatikan dari proses publikasi ini adalah:
1. Destination, untuk memilih lokasi penyimpanan file.
2. Slide Range, untuk menentukan slide mana yang akan dikonversi ke Flash.
3. Generate HTML, untuk membangkitkan HTML.
4. Loop Presentation, untuk mengulang tayangan ke awal jika sudah sampai slide terakhir.
5. Change all slide automatically, untuk membuat slide otomatis berpindah dari slide satu ke slide berikutnya tanpa harus diklik pengguna.
6. Minimal
Slide
duration,
menyetting
lama
tayang suatu
slide sebelum berpindah
ke slide berikutnya.
7. Auto-play onclick animation, untuk menayangkan objek animasi yang disetting on-click pada PowerPoint.
8. Advance animation
on mouse click, untuk mengaktifkan interaksi pengguna
sehingga ojek yang disetting bekerja jika ada klik dari
pengguna akan aktif, misalnya hyperlink.
9. Background,
untuk menentukan warna latar.
Untuk latihan,
biarkan
semua setting
seperti
awalnya
dan tak perlu
diubah.
Klik
tombol Publish
untuk memulai konversi. Tunggu beberapa saat sampai konversi selesai
Jika proses konversi sudah selesai maka akan terbentuk file Flash berformat SWF pada folder yang telah kita tentukan di
atas. File ini dapat dijalankan dengan Flash Player atau aplikasi lain yang mendukung
Flash. Jika dijalankan, file
hasil konversi ini akan nampak
seperti
gambar berikut. Perhatikan pada bagian bawah akan tampak beberapa tombol yang dapat digunakan untuk navigasi serta pengaturan volume suara.
4. Publikasi Ke Internet
Konten berbasis Flash yang sudah
dibuat dapat dipublikasikan
di internet
sehingga dapat diakses secara luas. Salah satu situs web yang dapat digunakan untuk mempublikasi konten yang berformat
Flash adalah swfcabin.com.
Upload file SWF
yang sudah dibuat
ke situs tersebut.
Catat
link yang memuat SWF kita ini kemudian publikasikan link tersebut melalui blog, social media atau media yang lain. Apabila link ini dirasa
cukup
panjang dan
sulit dibaca, sebaiknya
link tersebut dipersingkat menggunakan
penyingkat
URL, misalnya
dengan tinyurl.com. Contoh file SWF yang sudah penulis buat dan diupload di internet dapat diakses di alamat
tinyurl.com/7prinsippresentasi.