Sabtu, 31 Oktober 2015

TUGAS TI KE 14

PENGERTIAN DAN FUNGSI TEAMVIEWER


Apa itu teamviewer? Teamviewer adalah sofware yang digunakan untuk melakukan koneksi secara remote atau dengan kata lain kita bisa mengendalikan komputer lain dari komputer kita selama komputer tersebut terhubung dengan  internet. Ada tiga jenis teamviewer yang tersedia yaitu versi installer, versi portable, dan versi web base.

Apa fungsi teamviewer?
Teamviewer mempunyai 4 fitur serta fungsinya sebagai berikut;
Ø  Remote support, artinya kita dapat mengakses PC lain  secara remote ( kita sebagai pengendali) dan dapat melihat layar PC yang kita remote. Ini bisa dimanfaatkan penggunaan komputer secara jarak jauh, entah untuk mengedit video kita, membaca dokumen, membuat dokumen, browsing, chatting, dan segala apa yang bisa kita lakukan saat kita menggunakan komputer. Namun bedanya kita tidak berada di depan komputer tersebut.


Ø  Presentation, fitur ini bisa digunakan untuk presentasi jarak jauh. Apa-apa yang kita lakukan pada komputer kita, maka orang yang terhubung dengan komputer kita, bisa melihat apa yang kita lakukan.



Ø  File transfer, kita bisa meng-copy dari komputer kita ke komputer remote kita ataupu sebaliknya. Fitur ini mengakses komputer yang ada nun jauh di
sana.
Ø  PVN, sesuai namanya, VPN (Virtual Private Network) yaitu suatu istilah yang ada dalam dunia jaringan komputer yang merupakan jaringan pribadi yang saling terhubung antar komputer. Namun walau bernama komputer pribadi tetapi tetap menggunakan media jaringan komputer yang umum seperti internet.


Penggunaan program
Berikut adalah penggunaan program ini:
Langkah ke 1, pastikan kedua komputer yang saling terhubung sudah terinstal program ini.

Langkah ke 2, buka program tersebut, di sana akan terlihat dua bagian. Pada bagian “Wait for session “  di bawahnya terdapat ID dan Password. Jika kita tidak melihat ID dan Password-nya itu tandanya program sedang tes koneksi dan menentukan ID komputer kita dan juga password kita agar bisa diremote oleh komputer lainnya. Jika sudah tampil nomornya maka itulah identitas kita. Lalu pada bagian kanannya yang bernama “Create Session” kotak tersebut diisikan untuk koneksi ke komputer remote. Lakukan hal yang sama pada komputer yang lainnya. Di sini kita tentukan mana komputer yang digunakan sebagai remote, dan yang mana yang difungsikan sebagai remoter. Remoter maksudnya komputer yang digunakan untuk mengendalikan komputer remote.

Langkah ke 3, sekarang masukkan ID komputer remote pada pada bagian “Create Session”, lalu pada bagian bawah tentukan 4 opsi yang ada, apakah remote support, presentation, file transfer atau PVN, lalu klik tobol “connect to partner”

Langkah ke 4, masukkan password komputer remote kita.

Langkah ke 5, kita siap menggunakannya.

Demikian  informasi tentang “ Teamviewer”. Semoga bermanfaat.


Sumber:
http://www.ilmuwebsite.com/teamviewer-remote-desktop

Rabu, 28 Oktober 2015

TUGAS TI KE 13

Peran E-learning Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris


Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini teknologi informasi dalam dunia pendidikan  sudah merambah ke dalam berbagai mata pelajaran termasuk mata pelajaran bahasa Inggris. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi ini adalah e-learning.
E-learning dapat didefinisikan sebagai bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa web site yang dapat diakses dimana saja. Dengan e-learning peserta didik tidak perlu duduk manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
E-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Internet based learning  atau web based learning  dalam bentuk sederhana adalah web site yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilatator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi.
E-learning mengubah paradigma dari teaching menjadi learning. Dengan demikian pemanfaatan e-learning dipusatkan pada kegiatan belajar bukan megajar. E-learning bukan hanya berselancar di dunia maya, klik sana sini untuk pindah dari situs ke situs lain tetapi untuk berlatih, mencerna, menjawab pertanyaan, menemukan dan menyebabkan dirinya berubah menjadi lebih cerdas, menjadi dapat belajar lebih banyak lagi.
Peran e-learning dalam pembelajaran bahasa Inggris sangat membantu guru dan peserta didik dalam penguasaan bahasa inggris. Seperti kita ketahui bersama bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang harus dikuasai di era globalisasi demi meningkatkan kualitas manusia itu sendiri agar mampu bersaing dengan bangsa lain. Namun pada kenyataanya masih banyak siswa yang takut atau tidak suka dengan mata pelajaran  ini. Dengan adanya e-learning maka masalah ini dapat teratasi karena siswa dapat belajar bahasa inggris ini tanpa harus berhadapan dengan guru dan tanpa cemoohan dari teman-teman mereka ketika mereka tidak dapat menjawab pertanyaan dari guru, sehingga pembelajaran melalui e-learning ini dapat menarik minat siswa dan  menghilangkan ketakutan siswa untuk mempelajari bahasa Inggris. 
Berikut adalah alamat situs-situs pembelajaran bahasa Inggris online:
Berikut adalah alamat situs-situs pembelajaran bahasa Inggris online:
Ø  http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/ ternyata situs ini dapat dieksplorasi di cellphone dengan Opera Mini. Situs ini menyediakan banyak materi: conversation, grammar, quiz dan banyak lagi. Medianya juga beragam: teks, video dan audio.

Untuk meningkatkan semua skill dalam bahasa Inggris yaitu kemampuan mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca(reading), dan menulis ( writing) kita bisa membuka situs berikut:

Ø  www.ego4u.com/en/cram-up/writing , yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis.


Tips untuk menulis dalam bahasa Inggris:  http://www2.actden.com/writ_Den/
Dengan situs-situs ini diharapkan peserta didik dapat meningkatkan kemampuannya dalam bahasa Inggris.


Selasa, 13 Oktober 2015

TUGAS TI KE 12

MULTIMEDIA INTERAKTIF ( MMI)
Berbagai Pemaknaan tentang Multimedia
Menurut Darmawan ( 2012: 31) berbagai pemahaman tentang multimedia terus berkembang seiring dengan perkembangan Teknologi informasi dan Komunikasi baik untuk aspek software maupun hardware yang mendukungnya. Menurut sudut pandang ahli media, sebelum berkembangnya dunia Teknologi Informasi, bahwa multimedia dipandang sebagai suatu pemanfaatan “banyak” media yang digunakan dalam suatu proses interaksi penyampaian pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan, salah satunya dalam konteks pembelajaran antara guru dan peserta didik.  
Dalam salah satu buku referensi Multimedia in the Classroom, dijabarkan bahwa multimedia is the combination of the following elements: text, color, graphics, animation, audio and video. Ini berarti bahwa multimedia adalah penggabungan dari beberapa unsur seperti teks, warna, grafik, animasi audio dan video. Sedangkan Robin dan Linda ( dalam Darmawan: 2012) menyatakan bahwa multimedia sebagai alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Hofsteder ( dalam Darmawan:2012) menyebutkan bahwa multimedia dapat dipandang sebagai suatu pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak ( video dan animasi ) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan  pemakai untuk melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi.
Sanjaya ( 2012:219), menyatakan bahwa  pembelajaran melalui multimedia adalah pembelajaran yang didesain dengan menggunakan berbagai media secara  bersamaan seperti teks, gambar, (foto), film (video), dan lain sebagainya yang kesemuanya saling bersinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan sebelumnya.
Pada awalnya multimedia digunakan sebagai alat bantu mengajar, yang penggunaanya sangat ditentukan dan tergantung pada guru dalam proses pembelajaran dalam kelas. Pada saat mengajar guru menggunakan berbagai jenis media seperti audio ( tape recorder) video, slide, gambar, foto dan sebagainya. Semua itu digunakan secara bersamaan untuk mencapai tujuan pembelajaran. sekarang, setelah ditemukannya komputer, multimedia dapat dirancang dalam komputer itu sendiri sehingga multimedia digunakan bukan hanya sebagai alat bentu mengajar akan tetapi berfungsi sebagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mempelajari sesuatu secara mandiri. Dalam konteks pembelajaran melalui komputer, multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi, dan video dengan alat bantu atau tool dan koneksi ( link ) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditentukan terlebih dahulu.

Bentuk Multimedia
Dalam pengembanganya multimedia dapat dibagi dua, yakni multimedia linier dan multimedia interaktif
Multimedia linier adalah multimedia yang bersifat sekuensial atau berurutan, setiap siswa atau pemakai multimedia ini menggunakannya sesuai dengan urutan setahap demi satahap sesuai dengan pengemasan materi yang ditentukan. Siswa belajar berdasarkan bagian-bagian yang didesain sedemikian rupa secara berirutan dengan waktu yang telah ditentukan.
Multimedia Interaktif
Multimedia interaktif adalah multimedia yang tidak bersifat linier, namun siswa memiliki pilihan sesuai dengan menu yang ditawarkan. Dalam mempelajari satu topik bahasan siswa dapat memilih mana yang akan dipelajari lebih dahulu. Dengan demikian ciri khas dari multimedia interaktif adalah adanya semacam pengontrol yang biasa disebut dengan graphical user interface (GUI) yang bisa berupa icon, button, scroll atau yang lainnya. Setiap GUI tersebut dapat dioperasikan oleh siswa (pemakai) untuk mencari informasi yang diinginkan. Terdapat beberapa keuntungan penggunaan multimedia interaktif diantaranya:
a.    Multimedia interaktif sifatnya lebih dinamis sehingga tidak membosankan.
b.    Multimedia interaktif memberikan pilihan menu yang lebig beragam sehingga siswa sebagai pemakai media ini memiliki kesempatan untuk memilih pilihan yang lebih disukainya.
c.    Kajian materi pelajaran yang lebih lengkap memungkinkan multimedia interaktif lebih memiliki keanekaragaman materi yang dapat dipahami siswa.
d.    Umpan balik dapat diberikan secara beragam, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar.
Dalam membangun multimedia interaktif ini dibutuhkan kejelian dalam memilih software yang memiliki basis berbeda-beda. Dalam perkembangannya, software-software yang lebih ringan dan mudah untuk dipelajari dewas ini semakin banyak dan dapat diunduh dari situs-situs resmi.
Program pembelajaran  interaktif berbasis komputer memiliki nilai lebih, dibanding pembelajaran cetak biasa. Multimedia pembelajaran interaktif mampu mengaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi karena ketertarikannya pada sistem multimedia yang mampu menyuguhkan tampilan teks, gambar, audio, video, suara dan animasi.

Sumber:
Darmawan, Deni. ( 2012). Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, Wina. (2012). Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Sutopo, Hadi A. (2012). Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Jakarta: Graha Ilmu.

Rabu, 07 Oktober 2015

TUGAS TI KE 11

SOFTWARE UNTUK PEMBELAJARAN DENGAN
MENGGUNAKAN POWERPOINT DAN ISPRING
Dala membua konte pembelajaran    berbasis   teknologi    informasi   konte berbasis   Flash merupakan  salah  sataplikasi  favorit  yang  dipakai  untuk  pembuatannya.  Dengan  menggunakan Flash kita dapat membuat konten pembelajaran yang menarik baik secara visual maupun sisi interaktifitasnya.    Akan  tetapi  kekurangan  dari  Flash  adalah  proses  pembuatan  yanrelatif  sulit. Untuk membuat konten Flash, kita harus mampu menggunakan  software Adobe Flash (dulu dikenal sebagaMacromedia  Flash) Selain teknik disain, dalam pembuatan  Flash pengembang  juga harus menguasai skrip pemogramannya  yaitu ActionScriptterutama apabila ingin membuat aplikasi yang kompleks.  Hal ini tentu saja menjadi  salah satu kendala  dimanjumlah pengembang  konten  yang mampu membuat konten Flash relatif sedikit dan ujung-ujungnykonten yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak.
1.     Proses Instalasi
Ada banyak software pengkonversi  dari PowerPoint ke Flash yang dapat kita temui di internet, baik yang  gratimaupun  berbayar.  Selain  itu fitur  yang ditawarkan  oleh  masing-masing  software  juga berbeda-beda. Salah satu software yang dapat digunakan untuk konversi PowerPoint ke Flash adalah iSpring.    iSpring    menawarkan    beberapa    pake software    yan berbayar    da gratis.    Untuk mendownload iSpring versi gratis ini dapat dengan mengakses ke alamat http://www.ispringsolutions.com/free_powerpoint_to_flash_converter.html?v=6.1    atau    dapat juga  melalui  alamat  http://tinyurl.com/ispringapp Jikdiminta  mengisi  formulir  isikan  terlebih dahulu data-data secara lengkap. Installer iSpring ini berukuran sekitar 24,7 MB.


Setelah iSpring didownload, lakukan instalasi di komputer. Perlu diingat, selama proses instalasi kita tidak boleh membuka aplikasi PowerPoint sampai instalasi selesai

Jika  proses  instalasi  sudah  berhasil  maka  di  dalam  PowerPoint   akan  ditambahka menu  baru bernama iSpring yang berisi beberapa fitur yang dapat digunakan mengkonversi  dari PowerPoint ke Flash.


Sebagai  kelengkapan  pembuatan  konten,  kita jugperlu  menginstal  aplikasi  perekam  suara  yang dapat digunakan untuk narasi atau menjelaskamateri yang ditayangkan.  Ini bersifat opsional, kita dapa jug membua konte yang   tida ada   suara   ata narasi.   Namu disarankanuntuk menggunakan narasi sehingga apa yang ingin kita sampaikan melalui konten akan lebih jelas. Untuk merekam  suara  ini  kita  dapat  menggunakan   software  audio  recorder  yang  diantaranya   adalah MyMP3 yang dapat didownloadari http://www.mp3mymp3.com/ atau Free Audio Recorder  yang dapat didownload dari http://www.accmeware.com/free_audio_recorder.html.

2.  Langkah Pembuatan Paparan PowerPoint

a.    Langkah  pembuatan  konten  diawali  dengan  membuat  slide-slide  di  PowerPoint   seperti biasaGunakan  teks dan gambar seperlunya.  Jika diperlukan,  gunakan pula animasi  untuk menganimasikan objek yang ada. Jika slide yang ditayangkan tidak memerlukan interaktifitas pengguna sebaikny gunakan  animasi   yang  bukan  bertipe     On-Click.   Pilih  yang  With Previous atau After Previous.



b. Buatlah slide secukupnya sampai kira-kira materi tersampaikan dengan PowerPoint ini.
cSiapkan  narasi  atau  suara  untuk  pelengkap  yang  nantinya  digunakan  untuk  melengkapi tayangan     dengan  setiap  satu  sliddisiapkan  satu  file  audio  (disarankan  berformat  MP3). Narasi dapat direkam menggunakan software perekam seperti disebutkan di atas.
d.    Setelah  file audionya sudah dibuat, masukkan file ini ke dalam slide PowerPoint dengan cara
       memilih menu Insert-Sound kemudian pilih Sound From File.

ePilih file audio yang sudah direkam sebelumnya. Ingat sesuaikan file audio dengan tayangan slide yang bersesuaian. Misalnya untuk slide pertama kita masukkan file audio bernama slide1.mp3 dan seterusnya.
f.    Pilih pada Automatically untuk memainkan file secara otomatis pada saat slide ditayangkan.
gPada tampilan slide akan nampak ikon audio berupa gambar speaker kecil. Geserlah gambar  ini ke luar area slide sehingga tidak mengganggu tampilan.
h.  Tempatkan  posisi audio ini pada animasi paling atas (jika ada lebih dari satu animasi). Klik pada tanda  panah kebawah  dan pilih Start With  Previous.  Setelah  itu klik EffecOptions untuk memunculkan opsi Play Sound.
i.    Pilih pada bagian Stop Playing dengan mencentang After Current Slide
j. Untuk melihat preview-nya, klik tombol Play yang berada pada   bagian kanan   bawah.

k. Lakukan  berulang-ulang  sampai  semua file audio  selesai      disisipkan  pada setiap  slidyang ada.
l. Jikkitmenggunakan  animasi  objek  yang ada di slide  PowerPoint,  kitdapat  mengatur kapan objek tersebut tayang dan menyesuaikannya  sehingga narasi dan animasi akan serasi, kita dapat menyesuaikannypada timeline. Pilih menu Show Advance Timeline (lihat Poin 8) untuk menyettingnya.
m. Jika semua slide sudah disisipkan narasi, lakukan preview untuk mengecek hasil akhir dengan menampilkan Slide Show secara keseluruhan

3.  Proses Konversi Ke Flash
     Setelah  paparan  selesai  dan sesuai  dengan  yang kita  inginkan  maka      saatnya  untuk  mengkonversi menjadi  animasi  Flash.  Pada  PowerPoint  pilih  menu  iSpring  Free  dakliPublish.  Akan  muncul tampilan seperti berikut.

Opsi yang penting yang perlu diperhatikan dari proses publikasi ini adalah:
1.    Destination, untuk memilih lokasi penyimpanan file.
2.    Slide Range, untuk menentukan slide mana yang akan dikonversi   ke Flash.
3.    Generate HTML, untuk membangkitkan HTML.
4.    Loop Presentation, untuk mengulang tayangan ke awal jika sudah sampai slide terakhir.
5.   Change all slide automatically,  untuk membuat slide otomatis berpindah dari slide satu ke slide berikutnya tanpa harus diklik pengguna.
6.    Minimal  Slide  duration,  menyetting  lama  tayang  suatu  slide  sebelum  berpindah  ke slide berikutnya.
7.    Auto-play onclick animation, untuk menayangkan objek animasi yang disetting on-click pada PowerPoint.
8.   Advance animation  on mouse click, untuk mengaktifkan  interaksi  pengguna  sehingga ojek yang disetting bekerja jika ada klik dari
pengguna akan aktif, misalnya hyperlink.
9.    Background, untuk  menentukan warna latar.

Untuk  latihan,  biarkan  semua  setting  seperti  awalnya  dan  tak  perlu  diubah.  Klik  tombol  Publish
untuk memulai konversi. Tunggu beberapa saat sampai konversi selesai

Jika proses konversi sudah selesai maka akan terbentuk file Flash berformaSWF pada folder yang telah kita tentukan di atas. File ini dapat dijalankan dengan Flash Player atau aplikasi lain yang mendukung  Flash.  Jika  dijalankan,  file  hasil  konversi  inakan  nampak  seperti  gambar  berikut. Perhatikan pada bagian bawah akan tampak beberapa tombol yang dapat digunakan untuk navigasi serta pengaturan volume suara.
4. Publikasi Ke Internet

Konten  berbasis  Flash  yang  sudah  dibuat  dapat dipublikasikan  di internet  sehingga  dapat diakses secara luas. Salah satu situs web yang dapat digunakan untuk mempublikasi konten yang berformat Flash adalah  swfcabin.com.  Uploafile SWF  yang sudah  dibuat  ke situs tersebut.  Catat  link yang memuat SWF kita ini kemudian publikasikan link tersebut melalui blog, social media atau media yang lain Apabila  link  ini  dirasa  cukup  panjang  dan  sulit dibaca,  sebaiknya  lintersebut  dipersingkat menggunakan  penyingkat  URL, misalnya  dengan  tinyurl.com.  Contofile SWF yang sudah penulis buat dan diupload di internet dapat diakses di alamat  tinyurl.com/7prinsippresentasi.

Sumber: http://p4tkmatematika.org/file/ARTIKEL/Artikel%20Teknologi/ membuat konten  pembelajaran_tamim_marfuah.pdf