MULTIMEDIA INTERAKTIF ( MMI)
Berbagai
Pemaknaan tentang Multimedia
Menurut
Darmawan ( 2012: 31) berbagai pemahaman tentang multimedia terus berkembang
seiring dengan perkembangan Teknologi informasi dan Komunikasi baik untuk aspek
software maupun hardware yang mendukungnya. Menurut sudut pandang ahli media,
sebelum berkembangnya dunia Teknologi Informasi, bahwa multimedia dipandang
sebagai suatu pemanfaatan “banyak” media yang digunakan dalam suatu proses
interaksi penyampaian pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan, salah
satunya dalam konteks pembelajaran antara guru dan peserta didik.
Dalam
salah satu buku referensi Multimedia in the Classroom, dijabarkan bahwa multimedia is the combination of the
following elements: text, color, graphics, animation, audio and video. Ini berarti
bahwa multimedia adalah penggabungan dari beberapa unsur seperti teks, warna,
grafik, animasi audio dan video. Sedangkan Robin dan Linda ( dalam Darmawan:
2012) menyatakan bahwa multimedia sebagai alat yang dapat menciptakan
presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik,
animasi, audio dan video. Hofsteder ( dalam Darmawan:2012) menyebutkan bahwa
multimedia dapat dipandang sebagai suatu pemanfaatan komputer untuk membuat dan
menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak ( video dan animasi ) dengan
menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai untuk melakukan navigasi,
berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi.
Sanjaya
( 2012:219), menyatakan bahwa
pembelajaran melalui multimedia adalah pembelajaran yang didesain dengan
menggunakan berbagai media secara bersamaan
seperti teks, gambar, (foto), film (video), dan lain sebagainya yang kesemuanya
saling bersinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan
sebelumnya.
Pada
awalnya multimedia digunakan sebagai alat bantu mengajar, yang penggunaanya
sangat ditentukan dan tergantung pada guru dalam proses pembelajaran dalam
kelas. Pada saat mengajar guru menggunakan berbagai jenis media seperti audio (
tape recorder) video, slide, gambar,
foto dan sebagainya. Semua itu digunakan secara bersamaan untuk mencapai tujuan
pembelajaran. sekarang, setelah ditemukannya komputer, multimedia dapat
dirancang dalam komputer itu sendiri sehingga multimedia digunakan bukan hanya
sebagai alat bentu mengajar akan tetapi berfungsi sebagai sumber belajar yang
dapat dimanfaatkan siswa untuk mempelajari sesuatu secara mandiri. Dalam konteks
pembelajaran melalui komputer, multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan
komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi, dan
video dengan alat bantu atau tool dan
koneksi ( link ) sehingga pengguna
dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi sesuai
dengan tujuan pembelajaran yang ditentukan terlebih dahulu.
Bentuk Multimedia
Dalam
pengembanganya multimedia dapat dibagi dua, yakni multimedia linier dan
multimedia interaktif
Multimedia linier
adalah multimedia yang bersifat sekuensial atau berurutan, setiap siswa atau
pemakai multimedia ini menggunakannya sesuai dengan urutan setahap demi satahap
sesuai dengan pengemasan materi yang ditentukan. Siswa belajar berdasarkan
bagian-bagian yang didesain sedemikian rupa secara berirutan dengan waktu yang
telah ditentukan.
Multimedia Interaktif
Multimedia
interaktif adalah multimedia yang tidak bersifat linier, namun siswa memiliki
pilihan sesuai dengan menu yang ditawarkan. Dalam mempelajari satu topik
bahasan siswa dapat memilih mana yang akan dipelajari lebih dahulu. Dengan demikian
ciri khas dari multimedia interaktif adalah adanya semacam pengontrol yang
biasa disebut dengan graphical user
interface (GUI) yang bisa berupa icon,
button, scroll atau yang lainnya. Setiap GUI tersebut dapat dioperasikan
oleh siswa (pemakai) untuk mencari informasi yang diinginkan. Terdapat beberapa
keuntungan penggunaan multimedia interaktif diantaranya:
a. Multimedia
interaktif sifatnya lebih dinamis sehingga tidak membosankan.
b. Multimedia
interaktif memberikan pilihan menu yang lebig beragam sehingga siswa sebagai
pemakai media ini memiliki kesempatan untuk memilih pilihan yang lebih
disukainya.
c. Kajian
materi pelajaran yang lebih lengkap memungkinkan multimedia interaktif lebih
memiliki keanekaragaman materi yang dapat dipahami siswa.
d. Umpan
balik dapat diberikan secara beragam, sehingga dapat meningkatkan motivasi
belajar.
Dalam membangun multimedia interaktif
ini dibutuhkan kejelian dalam memilih software yang memiliki basis
berbeda-beda. Dalam perkembangannya, software-software yang lebih ringan dan
mudah untuk dipelajari dewas ini semakin banyak dan dapat diunduh dari
situs-situs resmi.
Program pembelajaran interaktif berbasis komputer memiliki nilai
lebih, dibanding pembelajaran cetak biasa. Multimedia pembelajaran interaktif mampu
mengaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi karena ketertarikannya
pada sistem multimedia yang mampu menyuguhkan tampilan teks, gambar, audio,
video, suara dan animasi.
Sumber:
Darmawan,
Deni. ( 2012). Teknologi Pembelajaran.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sanjaya,
Wina. (2012). Media Komunikasi
Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Sutopo,
Hadi A. (2012). Teknologi Informasi Dan
Komunikasi Dalam Pendidikan. Jakarta: Graha Ilmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar